Tampilkan postingan dengan label Ahaaa *tring... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ahaaa *tring... Tampilkan semua postingan

Rabu, 01 Oktober 2014

Jangan Lupa Bahagia, Ya!

“sebaik-baiknya kalimat doa adalah ucapan Alhamdulillah…”

Di usia 22 ke atas, biasanya sebagian besar dari kita sedang berjalan menapaki perjalanan karier, baik yang sesuai dengan latar belakang pendidikan ataupun malah bersinggungan. Sesuai dengan isi kamus bahasa Indonesia, karier itu punya arti perkembangan dan kemajuan di kehidupan, pekerjaan, jabatan, dsb.

Tidak jarang, pasca lulus, kadang kita sering membandingkan apa yang telah kita capai dengan yang orang lain capai. Eksistensi karier ini juga di era kekinian ini di dukung dengan adanya socmed. “oh si ini kerja di sini toh..” dan “oh si itu di situ”. Lalu kita pun tak jarang menemukan postingan orang yang sudah berhasil mendapatkan prestigenya, semisal sudah mampu beli rumah atau kendaraan sendiri. Bahkan pula ada yang suka travelling ke negara ini dan negara itu.

Menurut kacamata saya yang minusnya makin hari makin nambah ini membandingkan nasib kita sama nasib orang lain itu terbagi menjadi dua kubu, sisi positif dan negatif.

Sisi positifnya adalah kesuksesan dan pencapaian orang lain itu bisa bikin kita semangat untuk mengejar ini dan itu yang sifatnya demi perbaikan diri atau pun nasib kita kedepannya. Terpacu dan merasa tertantang untuk lebih baik, lebih baik, dan lebih baik lagi.

Kalau sisi negatif, kadang orang terlalu membandingkan dirinya dengan orang lain yang diukur dengan materi dan melupakan kalau jalan setiap orang itu berbeda. Si A bisa mendapatkan sesuatu dengan mudah, sedangkan si B untuk bisa mendapatkan seperti yang A raih harus dengan kerja keras tiga kali lipat. Misal, untuk bisa beli motor, si pegawai bank cuma nabung lima bulan saja, sedangkan si pegawai honorer untuk bisa beli motor harus bisa nabung selama dua tahun.

Konsep gaji ga melulu soal besarnya gaji yang di dapat.

Saya seorang guru honorer yang gajinya cukup jauh dari UMR kota Bandung. Yaaa, you know lah gaji honorer mah dari dulu juga ga pernah seberapa dibandingkan dengan kerja kantoran. Bahkan dari gaji editor kemarin pun hanya setengahnya. Tapi, saya bahagia. Kenapa? Karena setiap hari saya punya teman-teman; guru di ruang guru dan siswa di setiap kelas. Teman-teman sejawat pun asik-asik dan banyak yang masih muda. Kebersamaan yang erat. Atasan yang baik. Banyak libur. Jarak rumah dan sekolah yang cukup dekat, dan tingkat stress nya pun relatif rendah meskipun masih ada faktor pemicu, tapi ya yang namanya stress kan tergantung gimana kita menghadapinya. Alhamdulillah.

Everyone have their own way to be success.

Pernah denger istilah “hasil dari kerja keras itu tidak akan pernah menghianati”? Ya, yang namanya usaha dengan bener-bener dan banting tulang kan emang sudah dijamin Tuhan kan ya, asalkan kita yakin dan percaya kalau usaha kita sudah diiringi doa dan ikhtiar.  

Menurut saya sih muara dari pencapaian ini tuh sangat perlu bermuara kepada dua titik, yaitu syukur dan bahagia. Tanpa rasa bersyukur dengan apa yang kita miliki dan bahagia dengan apa yang kita miliki, sesedikit apapun harta yang kita miliki pasti kita akan happy happy aja. Tapi kalau yang sudah gila pencapaian sih bakalan ngerasa kurang.

Semoga kita selalu berada dalam rasa untuk bekerja dengan sebaik-baiknya. Kerja ikhlas,kerja cerdas, dan kerja tuntas. Berapapun hasilnya, syukuri.

Oh iya, jangan lupa untuk memilih bahagia ya. Stay young, stay happy, and stay foolish :D




Senin, 09 Juni 2014

Jalan-Jalan Ke Perpustakaan Daerah

Banyak cara untuk dapat menghabiskan waktu dan kebanyakan orang lebih memilih menghabiskan waktu sambil buka socmed, main game, atau mungkin baca buku. Gak sedikit loh orang yang seneng menghabiskan waktunya buat baca buku. Orang zaman dulu bilang kalau buku itu jendelanya dunia. Yap, mungkin kedengerannya klasik, tapi beneran loh, baca buku itu bikin kita terhibur juga tahu banyak hal. Buku pun genrenya ada macam-macam, ada yang sifatnya edukasi, informasi, dan hiburan.

Bagi kamu yang hobi baca buku tapi lagi pengen berhemat dan pengen nemuin tempat baru seputar buku yang recomended, saya punya info bagus nih. Kamu pasti udah sangat familiar dong sama yang namanya perpustakaan. Ke toko buku emang seru, tapi ke perpus pun ga kalah seru loh. Jangan bayangin perpustakaan sebagai suatu tempat yang membosankan dan terkesan kaku. Buat Kamu yang berdomisili di Bandung, suka baca buku, dan ga pengen ngeluarin uang demi sebuah buku, kamu bisa pinjem nih di Bapusipda (Badan Perpustakaan dan Arsip Daerah) yang letaknya di Jalan Kawaluyaan.

Di mana sih Jalan Kawaluyaan itu? Jalan ini terletak di sekitar Jalan Soekarno-Hatta. Kalau dari arah lampu merah Bypass Buah Batu, kamu cuma tinggal belok ke Jalan Soekarno-Hatta arah Rumah Sakit Al-Islam (tapi sebelum rumah sakit, terus masuk jalan komlek dikit) atau Gede Bage. Biar ga bingung, ini Peta lokasinya.

Badan Perpustakaannya yang di Jalan Kawaluyaan yaaa

Gedung Perpus Tampak Luar


Di Sana bukunya update gak? Buku-buku di sini tuh update banget. Tempatnya pun nyaman dan asik banget buat kamu yang ingin suasana baca yang tenang dan comfy. Dari mulai buku anak-anak, buku remaja, buku dewasa, buku kuliah, semua referensi ada di sini. Buku, majalah, novel, komik, buku dongeng, jurnal, CD interaktif juga bisa dipinjam di sini.

Harus jadi anggota ga sih buat masuk ke sini? Tanpa jadi anggota, kamu bisa kok masuk ke sini dan kalaupun mau jadi anggota persyaratannya gampang banget dan tidak dipungut biaya sedikit pun, kerana perpus ini punya pemerintah.

Apa aja sih syarat buat jadi anggota? Sayaratnya cuma pas foto lupa lagi sih ukurannya. Ya siapin aja pas foto 2x3 atau 3x4, 4 lembar. FYI, buat nyimpen pas foto di dompet itu cukup penting loh. Sewaktu-watu kita ga pernah tau ada kejadian apa yang berhubungan dengan hal bersifat administrasi yang mengharuskan kita menyertakan pas foto. Selain pas foto, kita juga siapkan fotokopi ktp dan fotokopi ktm (bagi kamu yang berstatus mahasiswa).

Kalau semua persyaratan udah lengkap, kamu tinggal naik ke lantai tiga pakai lift ke bagian administrasi. Tunggu sekitar 30 menit. Nanti kamu bakalan di foto dan dapat kartu pinjaman dan kartu anggota. Kaya gini nih kartunya.



Emang iya gitu tempat ini enakeun?                              
Nih ada beberapa foto yang saya ambil di Bapusipda.

Di sini kita bisa scan barcode yang ada di kartu anggota sebagai bukti kehadiran

Sebelah kiri absen barcode, ada kursi-kursi tunggu yang jumlahnya tersebar di berbagai sudut

Ruang baca anak tampak luar

Kuri-kursi di bagian ruang baca dewasa


Buka hari apa aja dan jam berapa sih bukanya? Perpus daerah ini bukanya dari Senin – Sabtu dari jam 08.00 – 15.00 dan tempat ini cocok banget buat kamu yang lagi skripsian juga buat kamu yang suka menyendiri buat baca buku. penasaran? yuk dateng langsung ke sana. 


Buku yang baru saya pinjam :P

Sabtu, 29 Maret 2014

Stalking itu Seru!

Semenjak dunia maya berjaya, mungkin timbul kebiasaan (yang sangat) akut buat banyak orang di muka bumi ini: hobi stalking.

Yap, stalking atau kepo atau apa namanyanya itu bagi sebagian orang mungkin terasa sangat menyenangkan dan bahkan sampai bikin lupa waktu. Kalau nyari di KBBI mungkin ga akan nemu tuh artinya stalking yang dimaksud dan bahkan kepo mah udah pasti ga akan ada. Tapi ya kira-kira arti dari kedua istilah yang hitz banget beberapa tahun belakangan ini adalah ‘mengorek dan mengikuti informasi tanpa diketahui oleh objek yang sedang di amati’. Barangkali gitu. Dan saya adalah salah satu dari jutaan orang yang hobi stalking.

Banyak yang sering saya stalkingin, yang kenal bahkan yang ga kenal dan belum pernah ketemu sekalipun. Oh iya, kalau postingan ini diibaratkan harian surat kabar, mungkin dibilang rubrik “SOSOK”.

Oke, saya mungkin bakal jujur saya suka stalking akun twitter dan facebook seseorang yang kata saya sih mirip sherina. Coba bandingin deh, mirip ga?



Meski ga kenal dan belum ketemu orang ini secara langsung, tapi dia cukup menginspirasi dan membuat saya kagum. Saya ga sengaja nemu orang ini di facebook. Dia sebaya dengan saya. Sama-sama angkatan 2009. Bedanya dia kuliah di salah satu institut ternama di kota Bandung yang letaknya di jalan taman sari dengan gajah sebagai logo kebesarannya.

Kenapa saya ‘suka’ sama orang ini? Selain karena mirip Sherina Munaf, orang ini juga jago banget lukis dengan detail yang nyaris sempurna.









Keren ya, kaya hasil jepretan kamera. Walapun dia jago (banget) dalam hal melukis dengan detail yang begitu tajamnya, tapi dia ga ngambil jurusan desain ataupun seni rupa. Dia malah ngambil jurusan teknik mesin. Katanya “melukis itu hobi yang bisa aku bikin lupa waktu”.

[I'M PROFESSIONAL STALKER ANYWAY, HAHAHHAHAHHAHAHA]

Pacar saya pun tau kalau saya ‘suka’ sama orang ini. Dan kita berdua pun sama-sama follow akun twitter dan facebook dia, hehehe… Selang waktu berlalu, saya pun udah lama ga stalking dia, eh tau-tau dia udah jadi presiden aytibi aja. Presiden mahasiswa se-institut gajah yang dipimpin oleh seorang wanita seumuran saya. Wow, bravo!

Mungkin keliatannya saya aneh, ‘kok stalking cewek’. Bro, stalking itu mencari inspirasi, belajar sambil iseng-iseng ngorek informasi dari yang ga penting sampai ke yang penting banget, yang kelak disimpen sebagai ‘pelajaran hidup’. Inspirasi bisa datang dari mana dan dari siapa aja. Ga pandang bulu. Bahkan dari tukang tambal ban di jalanan pun kita bisa dapat inspirasi.

Dari orang ini, saya stalking banyak tentang leadership, tentang mimpi, tentang bergerak, tentang memberdayakan sesama, tentang jelajah budaya Indonesia, prestasi, persahabatan, perbedaan, dan masih banyak lagi. Oh iya, makasih ya udah menginspirasi saya, Nyom :D

*eh by the way ada ga sih orang kaya saya yang suka stalkingin orang yang bener-bener asli "nemu" kaya gini? hehehe :P


Selasa, 29 Oktober 2013

Yuk, Melancong ke Jambi!

Seorang teman pernah bilang sama saya kalau masa muda itu harus dihabiskan dengan jalan-jalan keliling Indonesia. “Jangan sampe pas umur kita 30 atau 40 tahun nyesel gara-gara belum pernah keliling Indonesia” katanya. Saya asli berdomisili di Jawa Barat, tepatnya di kota Bandung (baca: Bandung coret). Selama ini sih liburan masih sekitar pulau Jawa aja, ya gak jauh-jauh dari Banten, Jogja, Semarang sama Malang. Kali ini kayanya harus ada sesuatu yang baru dan ga biasa. Saya mau nyobain tempat liburan yang bakal dipilih secara random. Kalau bisa sih ke luar pulau Jawa, biar bisa tau langsung kalau Indonesia itu keren dan bukan cuma sekedar tau dari cerita orang lain aja.

Eits, bentar. Siapin pensil sakti dulu.

sumber foto: dokumetasi pribadi

*siapin peta Indonesia*


*tutup mata*


*puter-puterin pensil ke semua bagian peta*


*tunjuk pulau secara random*



*CIAAAAAAAAAAT*



sumber foto: dokumetasi pribadi


PENSILNYA NUNJUK KE PULAU SUMATRA, MEEEEEN! JAMBIIIIIIII!! DI JAMBI ADA APAAAAA?

Jambi, Jambi terletak di Pulau Sumatera. AHA! Pulau Sumatera ini kan terkenal banget sama surganya raja buah-buahan, yang wanginya semerbak sama berduri itu loh, apalagi kalau bukan si seksi buah duriaaan. Pas banget nih buat saya yang suka kalap makan durian :))

Pulau Sumatera ini  biasanya terkenal sama provisi Aceh, Medan, Padang sama Palembang aja nih. Nah, kira-kira di Jambi ini ada apa aja ya?  Yuk kita cari tahu *kemudian googling*

Dari segi wisata edukasi di Jambi ini ada Candi terbesar se-Asia Tenggara, namanya Candi Muaro. Selain sebagai tempat wisata edukasi sejarah, candi ini juga punya nilai religius yang berarti bagi umat Budha. Luas bangunan sekitar 11 kilometer persegi dan tempat ini konon memiliki lebih dari 30 reruntuhan bangunan-bangunan candi yang mengelompok (untuk melindunginya, penjaga candi memagari dengan tembok) seperti Candi Teluk, Candi Kembarbatu, Candi Gandong, dan masih banyak lagi.
 
sumber foto: dhodhitrisetiawan.blogspot.com
sumber foto: jalanblog.wordpress.com
Jambi ini juga punya wisata edukasi lainnya, namanya Museum Negeri Jambi. Disini, katanya terdapat artefak-arftek peninggalan kerajaan Melayu kuno, seperti misalnya aksara melayu yang terpatri di tanduk kerbau, senjata tradisional, miniatur rumah adat dan kain batik Jambi.

WOGH! Baru tau loh, ternyata selain danau Toba, pulau Sumatera juga punya wisata panorama alam yang gak kalah eksotis, namanya Danau Kerinci yang juga terdapat di dalam Taman Nasional dengan nama yang serupa dan ini ada di Jambi, sob. Setelah googling, ternyata view-nya kaya gini :
 
sumber gambar: tokobunganusantara.com
Keren ya! Lukisan Tuhan emang super keren. Banget. Di dalam danau Kerinci yang biru ini hidup berbagai jenis ikan loh, guys. Ikan Semah yang paling ngartis disini. Oh iya, Taman Nasional Kerinci ini adalah perwakilan ekosistem hujan dataran rendah sampai ekosistem khas rawa gambut dan air tawar. Tanaman yang tumbuh di sini kebanyakan pohon pinus, kayu pacat, dan Raflesia Arnoldi atau yang biasa kita sebut dengan bunga bangkai.

Selain danau yang keren, Taman Nasional Kerinci ini punya air terjun berasap juga katanya nih, guys. Namanya Terjun Telun Berasap. Air terjun ini memiliki ketinggian sekitar 50 meter yang bersumber pada mata air danau gunung Tujuh. Karena derasnya air yang mengalir, air terjun tersebut menyemprotkan percikan air menyerupai asap. Ini tempat kudu mesti wajib banget ditengokin nih!
sumber foto: travel.detik.com
Berhubung di Bandung cuma ada pegunungan-pegunungan dan ga ada pantai, rasanya ga afdol banget kalau ke daerah semacam pulau Sumatera ini gak memijakan kaki di pantai dan merasakan kaki dijilat-jilat sama deburan anak ombak. Dan di Jambi ini, nampaknya saya harus bisa ke pantai Cemara!

Eits, namanya boleh pantai cemara, tapi kayanya disini ga ada pohon cemara deh. Eh, ada ga sih? Entahlah kenapa namanya pantai Cemara. Nampak dari hasil jelajah mbah-google, pantai Cemara  sering didatangi burung Trinil.

sumber foto: omkicau.com
Kalau dilihat dari bentuk paruhnya sih, kayanya mereka suka bohong deh. Mungkin mereka ini cucu-cicitnya pinokio si manusia kayu. Tapi… lah, ini kan burung –“

sumber foto: kompasiana.com

Ibarat bus, pantai Cemara ini adalah terminalnya burung yang punya paruh panjang ini. Tapi mereka jauh lebih elit, bukan bus antarkota atau antarprovinsi lagi, tapi antar negara bahkan antar benua, dengan jalur migrasi Asia Timur-Australia, yang meliputi kawasan luas yaitu Asia Timur, Papua, Australia, Selandia Baru hingga pulau-pulau di lautan Pasifik. Mereka migrasi ke pantai Cemara ini kemungkinan karena kesimbangan fungsi ekologis di berbagai belahan dunia. Mereka melintas benua dengan jarak puluhan ribu kilometer untuk mencari makan atau untuk mendapatkan cuaca yang hangat untuk melanjutkan siklus perkembangbiakan mereka.

Seru deh kayanya kalau di pantai banyak burung kaya gini. Serasa lagi di luar negeri, tapi ini di Indonesia, lebih tepatnya di Jambi. Ternyata Indonesia ga kalah keren kali dari luar negeri, iya kan?!

***

Yap, kapan pun itu waktunya, saya rasa Jambi adalah salah satu tempat di Indonesia yang harus dikunjungi. Indonesia itu indah. Indonesia itu kaya akan beragam tempat wisata, baik wisata edukasi, wisata seni budaya maupun wisata alam. Setiap tempat di Indonesia ini mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing. Dan kerena perbedaan itulah, Indonesia keren. Yaaa, kali aja suatu saat dapet uang kaget terus bisa liburan ke Jambi ini. DRAG ME IN TO JAMBI, PLEASEEEE!!! TAKE ME OUT, TAKE ME OUT!!

sumber foto: dokumetasi pribadi


Note: 
Postingan ini di ikut sertakan ke dalam Lomba Blog www.pipetmagz.com | http://www.pipetmagz.com/lombablog/

Sabtu, 19 Oktober 2013

Bunga Flanel

Sesuai janji di postingan sebelumnya, kali ini saya mau share bikin sesuatu dari kain flanel. Kain flanel ini sebenernya multi fungsi banget, bisa dibikin bros, dompet, kalung dan lain-lain, tinggal pinter-pinter cari inspirasi aja biar bisa nyulap kain yang punya serat khas ini. Postingan sebelumnya kita bahas bros, kali ini saya bikin kalung dari flanel. awalnya iseng dapet gambar tutorial dari internet, kaya gini:

 Alat dan bahannya nya:
  1. kain flanel (3 warna atau lebih)
  2. gunting
  3. lem (biasanya sih pake lem UH*U atau lem bakar atau lem tembak)
  4. benang dan jarum (untuk hiasan di daun)
Langkahnya:
  1. gunting kain flanel sesuai ukuran, misalnya 20 x 4cm. 
  2. lipat kain, lem, rekatkan.
  3. gunting bagian lipatan flanel hingga membentuk garis-garis 'rawing' seperti pada gambar diatas 
  4. gulung, lalu rekatkan dengan lem. kalau merujuk sama gambar sih bikin 3 bunga ya.
  5. untuk pemanis, gunting flanel warna hijau sebagai hiasan daun dengan ukuran mengikuti bunga flanel yang telat dibuat.
  6. rekaatkan, jadi deeeh... *kalau mau dibuat bros tinggal tempel pake pin brosnya

Liat gambar itu langsung kebayang, terus eksperimen sama kain flanel. Ukur - gunting - lem - gunting lagi - gulung - lem lagi, jadi deeeh...

Kalau ngikutin gambar sih bentuknya bros, tapi kalao sedikit di mofidikasi bisa dibikin kalung, kaya gini:
Ini juga sebernya tuh bros sama kaya gambar diatas, cuma berhubung bikin 2 bros dan beda warna jadi disatuin deh, dibikin kalung dan kebetulan juga ada manik-manik nganggur, jadi deh kaya gitu ^^

Selamat mencoba ya :D

Bongkar Lemari Lalu Kepikiran Bikin Ini...

Disela-sela kesibukan saya sebagai pengacara, lagi-lagi saya mainin jarum sama benang. Mungkin sejak SMP di sekolah saya diajarin mata pelajaran Tata Busana kali ya, jadi saya lumayan suka sama dunia kecos-mengkecos. Sering iseng bikin boneka atau bros-brosan dari kain flannel. Ya, meski akhirnya masih belum terlalu rapih dan masih acak-acakan. HAHHAHAHA…

Baiklah, dikesempatan yang berbahagia ini (aela, kaya pidato aje –“) saya mau sedikit share keisengan saya kalau ga ada kerjaan. Bukan dari flannel sih, pas bikin bros-brosan dari flannel lupa diabadikan #halah, yang dari flanel mah nyusul aja ya. Jadi kali ini mah saya mau share tentang bikin bros dari baju yang udah ga kepake aja ya.

Nah, di lemari kamu pasti ada satu atau beberapa baju yang udah ga muat atau ga kepake. Bisa tuh kamu kreasiin, kaya yang satu ini. Bikin “bros bunga dari aju yang udah ga kepake”.


Siapkan alat dan bahan:
  1. kain dari baju bekas
  2. gunting
  3. pensil
  4. solatip (untuk bikin pola lingkaran, bisa juga pake gelas, kepingan cd *tapi cd yg kecil ya* atau apapun yg bentuknya lingkaran)
  5. jarum + benang
  6. lem
  7. peniti bros

Langkah membuat:

  1. Bentuk pola lingkaran pada kain dengan menggunakan solatip, lalu gunting.
  2. Karena ini mau membuat bunga, jadi bikin 5 pola lingkaran yaa
  3. Guntingan kain yang berbentuk lingkaran tadi dilipat hingga membentuk setengah lingkaran, kemudian lipat lagi hingga membentuk kerucut.
  4. Jahit jelujur ada bagian kain yang ‘rawing’ atau bekas guntingan tadi (lihat pada gambar), lalu tarik hingga membentuk seperti kelopak bunga melati
  5. Lakukan hal yang sama pada kain yang lainnya (sampe 5 kain). Buat hingga mengkerut sampai membentuk bunga seperti pada gambar.
  6. Matikan benang.

Ada dua jenis kelopak. Ada yang berbentuk menyiku dan ada yang berbentuk tumpul, jadi kelopaknya setengah lingkaran. Nah kan yang tadi dilipatnya dua kali sampai membuat kerucut, nah, kalau mau membuat pola yang tumpul, guntingan kain yang tadi dilipet satu kali aja sampai membentuk setengah lingkaran, lalu jelujur kaya gambar di bawah.


Nah, tinggal bikin toppingnya alias bagian tengahnya. Kalian bisa pake kancing dari baju tadi, atau mau pake kancing yang bermata empat juga bagus, bisa juga pake hiasan-hiasan bunga dari pita-pita yang banyak dijual di pasaran. Berhubung ini dari baju kemeja, jadi saya tempelin aja pake kancing kemeja plus peniti bros dibelakangnya. Daaan taraaaa~ jadi deh.



Selamat mecoba J

Kamis, 10 Oktober 2013

Balada Jobseeker

Kamis, 10 Oktober 2013
Jam 12:12am

Balada pengangguran. Ya, udah sekitar dua bulanan jadi beban negara. Emang sih, kemaren-kemaren lagi seneng-senengnya dengan euphoria “akhirnya sarjana juga”. Tapi ternyata punya title sarjana itu seketika jadi horror. Iya, horror. Gimana enggak, orang yang katanya ‘berpendidikan’ masa ga bisa nyari kerja. Masa masih jadi beban negara. Sesungguhnya gelar sarjana itu sendiri beban.

JEDER.

DALEM.

Ya namanya juga balada pengangguran. Eh jangan sebut pengangguran deh, sebut aja jobseeker. Kedengerannya sih sama, tapi kalau pengangguran mah maknanya ga ngelakuin apa-apa, nah kalau jobseeker mah suka nyari-nyari kerja. Istilahnya agamisnya sih ikhtiar. Dua kata ini serupa tapi beda, maknanya saya kutip dari film “Alangkah Lucunya (Negeri Ini)” besutan sutradara senior yang sekarang jadi wakil gubernur Jawa Barat, Deddy Mizwar.

Film yang dibikin tahun 2010an ini (kalau ga salah), nampar banget sama siklus kehidupan saya sekarang. Kerjanya mondar-mandir bawa cv. Di film itu yang maennya aa ganteng Reza Rahadian. Ada suatu scene dimana dia lagi susah payah cari kerja, dia malah nemuin anak-anak kecil yang bikin ‘mata rantai’ untuk nyopet.

Si Reza ini kira-kira bilang “enak banget nyopet, sementara orang lain susah cari uang. Itu nyidir gue tau?! Lagian kenapa ga minta baik-baik aja sih?”.
Lalu si pencopet cilik bilang, “lah, saya kan pencopet bang, bukan tukang minta-minta?!”

***

Dari penggalan film barusan juga, saya jadi keinget hot thread  di kota Bandung belakangan ini. Thread tentang walikota Bandung yang ngajak pengemis untuk pensiun dari professinya sebagai pengemis dan beralih jadi tukang sapu di sekitar jalanan kota Bandung dan walikota ini akan menggaji para tetukang sapu ini dengan upah Rp 700.000,- /bulan, sesuai dengan gaji pembantu rumah tangga pemula. Eh dasar buaya buntung, mereka malah nuntut gaji 10 juta. MUKEGILEEEEE!

Setelah ditelusuri lebih jauh, ‘profesi’ sebagai pengemis ini emang bukan main-main. Angka ratusan ribu siap mereka panen setiap harinya. Ya meski dalam bentuk receh, disalah satu akun jejaring sosial saya pernah baca kalau uang-uang receh itu mereka tukar ke toko grosiran untuk jadi pecahan puluhan ribu. Ada juga yang uangnya masih dalam bentuk recehan, biasanya disimpen di kresek hitam biar ga mencurigakan. Eh malah beberapa hari yang lalu saya baca di salah satu portal media online. Ceritanya lagi ada razia gepeng gitu. Ada satu orang ibu-ibu paruh baya bawa-bawa keresek uang recehan, senilai 2,3 juta. DUA KOMA TIGA JUTA MEEEEEEEN!

Itu sih ngalahin gaji guru honorer. Ebuseeet -____-

***

 Yap, dari kutipan film dan berita pengemis yang nuntut uang 10juta itu saya mikir. Emang di dunia ini uang tu penting banget ya? Penting ga penting sih.

Penting, karena ga bisa disangkal uang emang kebutuhan primer manusia untuk bertahan dan memenuhi kebutuhan hidupnya. Makan, sekolah, dan kebutuhan-kebutuhan lainnya pasti butuh uang. Kalau punya banyak uang juga kita bisa ibadah, bisa sedekah, bahkan bisa naik haji.

Ga penting, karena money can’t buy happiness. Iya, bahagia emang ga bisa dibeli pake uang. Uang mungkin sifatnya sementara dan pasti bakal habis. Sedang bahagia, bahagia ga akan pernah habis dan bahagia adalah salah satu aspek terpenting dari kebutuhan rohani lalu bersinabung ke jasmani.

Tapi kalau bahas uang, faedah utama yang harus dicari adalah nilai keberkahan. Kalau pengen kaya sih gampang, pake baju kucel, pake perban ditangan atau kepala terus pake betadin. Eh iya bisa juga tuh bawa bayi sewaan dan biar anteng dicekokin obat tidur, dan siap pasang tampang sememelas mungkin. Pluk! Gelas pop mie yang dipakai untuk nadah uang pun ‘sah’ terisi. Tapi apa harus gitu?

Sakit jiwa.

Ya, banyak orang yang emang udah sakit jiwa.

Kembali ke jobseeker. Mungkin cari kerja emang susah, banyak denger dari kakak-kakak yang udah mapan juga mereka jatuh bangun nyari kerja berbulan-bulan, bertahun-tahun, sampe akhirnya mereka nemuin pekerjaan yang bener-bener klop. Kalem we da hirup mah peurih.

Suatu prinsip yang bisa dijalankan, dari buku ustad Yusuf Mansur yang saya baca, niatin aja cari kerja itu ibadah. Terus rezeki yang kita punya sekarang pake juga untuk sedekah. Niatin, kalau udah dapet kerja kita bakalan sedekah, punya niat misalnya ingin bisa qurban, sekolahin adik, dll yang sifatnya positif. Tambahin juga ibadah dhuha, tahjud, ngaji, dan amalan-amalan lainnya.

Semoga rezeki yang kita dapat selalu punya nilai keberkahan dan punya nilai manfaat.

YOSH, Semangat ya para jobseeker!!!


Selasa, 13 Agustus 2013

Keluarga Baruuuuu

Aduh, ini blog udah ga keurus banget. Maklum, si mpunya lagi sibuk. Sibuk bersenang-senang :))

Yup, banyak yang terlewatkan selama kurang lebih 4 bulan ga nge-blog. Mungkin kalo blog tuh sebuah bangunan yang udah lama ga dihuni, blog ini udah penuh sama sarang laba-laba, kecoa dimana-mana, ee cicak disana-sini, bahkan banyak sarang laba-laba disudut jendela sama pintu. Iyuuuwh..

Kabar baik. Sekarang saya udah lulus dan udah jadi sarjana. Katakan bye sama skripsi, BYE!

Kabar terakhir di blog ini saya lagi PPL sambil skripsi. Tapi kalo mau nyeritain ppl sama skripsi udah agak basi dan bisa nyampe jutaan season kalau diceritain, apalgi kalo nyeriatain jadi korban php bimbingan. Mending postingan kali ini bahas anggota-anggota baru keluarga saya :D

Sekarang di keluarga kami ada keluarga kucing yang gak punya bapak.



Peliharaan dadakan. Peliharaan todongan. Ya gimana ga todongan, ini kucing satu doyan banget dateng ke rumah. Dulu-dulu dateng masih kurus, pas dateng-dateng lagi udah hamil aja. Dia jadi korban akibat pergaulan bebas antarkucing, makanya hamil. Hamil yang gatau bapaknya siapa, dasar kucing!

Nih, si cemeng (pangglan buat si mamih kucing) waktu masih hamil. Asoy bener dah ni bumil goler-goleran.
      
   

Sautu hari, ini kucing ga nongol-nongol ke rumah. Kirain udah hengkang ke negeri tetangga, ternyata dia ngelahirin. Dan kalian tau ngelahirinnya dimana? di bawah kasur ade saya yang jadi tumpukan barang2 ga kepake. Susulumputan banget lahirannya, mungkin dia malu sama aibnya yang hamil tanpa tau siapa bapaknya, ciyan :(((

Si Cemeng ngelahirin 3 bayi gajah, eh bayi kucing. Betina semua. Dua kucing kembaran sama emaknya, yang satu abu belang sendiri. Keknya sih dari gen bapaknya. Nih abis pada netek, matanya juga masih belum pada melek bener.


Sekarang mereka udah berumur 2 bulan, udah bisa jalan. Lari kesana-kemari. Kejar-kejaran. Sembunyi-sembunyi. Digabrug, terus pelukan. Udah kaya pelm india aje nih. Oh iya, mereka belum bisa makan makanan kucing, sekalinya makan mereka mencret-mencret. Ga elit beuuud. Jadi sekarang masih netek sama emaknye.

Berhubung anak kucingnya udah makin gede, bandel dan udah mulai boker sembarangan. Dulu sih masih diem di ruang keluarga, sekarang mereka di deportasi ke halaman belakang. Makin heboh aja kalo kejar-kejaran, suka berantem juga. Gigit-gigit buntut sodaranya. FYI, dari tiga bersaudara ini buntut mereka beda-beda. Ada yang buntet kaya kelinci, ada yang lurus panjang, dan ada yang panjang bengkok.

Oh iya, kenalin, ini kucing-kucingnya. Yang pertama ini namanya Dudut karena dia yang paling gendut sama manja, tiap di gendong pasti langsung jerit-jerit kalo ga gigit-gigit. Wana bulu si dudut sama kanya emaknya. Si Dudut ini bulunya paling kece, kaca kucing angora. Mengembang gitu, kaya buntut emaknya.

Yang ini namanya Miming. Dia kurus dan suka belekan kaya majikannya. Warna bulunya hampir sama kaya emaknya, tapi ga sebagus si Dudut. Bulu si Miming ini lurus.


Terakhir, anak kucing ini namanya Nyonyon. Warnanya abu-abu belang kombinasi putih gitu. Dulu si Nyonyon ini gendut, entah kenapa jadi kerempeng kaya majikannya



Kalau diliat dari nama-nama kucingnya, ga ada yang bagus ye. Majikannya ga kreatif ngasih nama. Tadinya anak kucingnya mau di kasih nama Odah, Okom, sama Oneng. Tapi-tapi-tapi… kalau tetangga denger bisa bisaaaa…. :((((

Kasian ini anak kucing bertiga sering ditinggal emaknya ngapel. Apalagi kalau malem minggu, udah dipastiin emaknya pulang subuh. Memeng-memeng jangan durhaka sama emak kalian yang doyan mabur ini yaaa, kalian harus jadi anak kucing yang solehah dan gak boker sembarangan :’)
Like mother like daughter

Cakar-cakaran

Maaaak mau netek, maaaak!

debuuuuuuss