Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Oktober 2013

Dan Tuhan pun Berdialog

Waktu saya kuliah, di matakuliah psikologi, saya tau kalau yang namanya masalah itu terjadinya pertentangan antara keinginan dengan kenyataan. Bentrok. Berbenturan. Persis sama yang saya alami kemaren sore. Harapan saya diterima, nyatanya tidak. Semingu kebelakang saya sempet ngelamar pekerjaan kesebuah instansi pendidikan non formal, dan singkat cerita saya udah melewati dua dari tiga rangkaian tes.

Tiba-tiba kemaren temen saya yang sama-sama ngelamar ke instansi itu sms kalau minggu depan dia tes lagi, kemudian dia nanya apa saya dapet sms juga. Selang lima menit, sms serupa juga datang dari teman saya yang lain. Seinget saya sih ga ada sms, tapi mungkin nyangkut, kebetulan beberapa menit yang lalu ponsel saya sinyalnya emang suka aneh. Lalu saya restrart ponsel dan tak lama dinyalakan lagi. Saya tunggu sampe satu jam, ternyata ga ada sms apapun.

Saya sedih. Saya kecewa sama diri sendiri. Temen-temen saya kok bisa, kenapa saya enggak?

Saya merenung, lalu tanpa sadar nangis. Mungkin bukan rezekinya disana, ya, saya berharap terlalu banyak dari tes itu. Nampaknya saya harus banyak evaluasi dan memantaskan diri. Saya belum pantas berada diposisi yang saya inginkan, saya terlalu menyepelekan.

Dialog dengan Tuhan saya lalukan, saya curhat, saya mempertanyakan ini dan itu yang sebenrnya saya tau jawabannya, ini bukan waktunya dan pasti nanti ada rencana yang lebih indah.

Kata seorang guru, kalau mau bicara sama sama Allah coba baca firman-Nya, baca Al-Quran. Saya baca beberapa halaman lalu saya nemu sebuah ayat yang isinya begini:

“Dan mohonlah pertolongan (kepada Allah) dengan sabar dan salat. Dan salat itu sungguh berat kecuali bagi orang-orang yang khusyuk. (Yaitu) mereka yang yakin, bahwa mereka akan menemui Tuhannya dan bahwa mereka akan kembali kepada-Nya.” (QS 2:45-46)

Beres ngaji, saya buka linimasa Line, ada sebuah status dengan isi yang sama  “…mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat…”

Ya, mungkin Allah sedang bicara dengan saya. Mungkin selama saya kurang sabar dan sholat saya ga khusyuk. 

Subhanallah. Allah menjawab doa umatnya dengan indah.


Minggu, 31 Maret 2013

Sebuah Kisah, Sebuah Takdir


Sesuatu yang ga pernah kita pesen, tapi selalu dateng tepat waktu dan pastinya tepat sasaran. Itu kira-kira namanya takdir. Takdir ga pernah bisa ditampik. 

Takdir akan dateng dimanapun, kapanpun dan sama siapapun. Tapi sayangnya takdir itu ga bisa digebahkeun da lain hayam :(

Eh tapi pernah mikirin ga sih kalo takdir itu selalu berhubungan dengan apa yang terjadi dimasa lalu. Hari ini sama masa lalu tuh sadar ga sadar selalu berkaitan loh. Berkaitan sangat erat.

Misalnya gini: Dulu, saya sempet sangat nyesel kenapa saya masuk jurusan ini. Saya sempet misuh-misuh dan kepikiran untuk pindah jurusan bahkan pindah kampus waktu memasuki semester 2. Saya pernah sangat meneysali kenapa jurusan DKV ga saya ambil. Tapi lama kelamaan saya jadi keinget tentang zaman SD.

Waktu SD, saya suka banget sama dunia tulis menulis. Saya sering nulis cerita dikertas binder dan suka kebaca sama bapak saya. Apa aja saya tulis. Tapi kebanyakan tentang imajinasi dan dunia dongeng. Terus saya juga sempet dikasih reward sama guru (masih waktu SD) pas dipelajaran bahasa Indonesia. Saya masih inget, dulu pak guru nyuruh kami buat ngelanjutin ide pokok yang udah beliau tulis. Temanya tentang hutan. Hari itu pak guru keliling kelas buat ngecek tulisan anak-anak. Sampe akhirnya, buku catetan saya diambil beliau dan hasil tulisan saya ditulis dipapan tulis. Hari itu saya seneng banget. Jadi, siapa yang nyangka sekarang saya ada di jurusan pendidikan bahasa Indonesia yang selalu berhubungan dengan tulis menulis.

Itu satu. Kedua, misalnya tentang saya yang ternyata berjodoh sama seorang dosen yang sempet saya keki-in setengah edun gara-gara dia jarang masuk kelas. Temen-temen sekelas udah pada tau kalau saya rada sentimen sama dosen itu. Tapi kemudian suatu hal mencengangkan terjadi. Dosen yang saya keki-in itu ternyata jadi dosen pembimbing skripsi 1. JEDEEEEEER!!! Begitu tau itu, temen-temen saya sontak ngasih ucapan ‘selamat’ sama saya.

Saya sebel? Iya, pernah. Tapi da udah ada feeling juga sih bakal dapet dosen ini. Emang bener ya kata orang “tong kitu teuing, bisi jodo”. Yoi. Ternyata yang kejadian adalah: kita jodoh. Akhirnya dengan berat hati saya bimbingan sama dosen itu.

Diluar dugaan. Dosen satu ini beda banget kalo lagi di kelas sama di ruang dosen. Beda kontras. Diluar kelas beliau tuh ramah banget. Sangat bijaksana. Inspiratif. Ngasih sarannya juga seru. Saya jadi malu sendiri. Nyadar tentang hal ini saya jadi inget sama apa yang tertulis di Al-Qur’an:

“ … boleh jadi jadi kamu tidak menyukai sesuatu padahal itu baik bagimu dan boleh jadi (pula) kamu sangat menyukai suatu hal, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui” (QS.2:216)

Satu lagi. Beberapa tahun yang lalu saya sempet suka sama orang. Iya, sebut aja pernah jatuh cinta. Namanya juga orang jatuh cintrong logikanya kadang suka lumpuh. Meski udah pisah cukup lama, tapi masih aja kekeuh. Ya, cinta emang buta. Sama temen sih udah dipapatahan blablablabla dan saya masih aja kekeuh. Sampe akhirnya saya inget kutipan ayat tadi. Ternyata yang saya sukain itu, menurut Allah adalah bukan hal yang baik dan akhirnya berkat kata sakti itu sekarang saya sukses move on. Yeaaaah!!

Yup. That’s life.

Kembali ke takdir tadi. Lembar demi lembar takdir kita udah dipersiapkan dengan matang. Udah dimasukin ‘amplop’ dan siap menghampiri kita semua. Siap ga siap harus siap.

Bukankah hidup kita ini nyata? Bukan FTV dan bukan main lagi game yang bisa di pause atau di restart.

Jika takdir itu berat, bukankah disetiap kesulitan itu ada kemudahan?



Sekian.


Selasa, 14 Desember 2010

19 Tahun yang Lalu :)


SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE 19 MERIN =) WISH U ALL THE BEST, SEMOGA SISA USIAMU BERKAH DAN KAMU HARUS LEBIH DEWASA, LEBIH BERGUNA, LEBIH TANGGEP DAN SATU YANG PENTING, PERBAIKI SOLAT KAMU. TINGKATIN IMAN DAN TAKWA KAMU. Start a better life :’)

Alhamdulillah wa syukurillah. Seneng deh hari ini ulang tahun yg ke 19. Sebenernya bukan tambah umur sih, tapi berkurang jatah umur. Ga penting juga ulang tahun ini, setiap saat manusia bisa bilang “ini ulang tahun saya” ya, ulang tahun Cuma bertepatan dengan hari melihatnya dunia.

19 tahun yang lalu, Allah mengijinkan merin melihat dunia. Merin bicara sama mama lewat suara yang masih sebatas tangisan. 19 tahun yang lalu juga merin dikasih kesempatan sama Allah untuk kenal mama, kenal bapak. Meski ga tau persis gimana ‘brojolnya’, Merin tau, saat itu “merin kecil” pasti sangat sangat dan sangat bahagia. Merin diberi hidup, Merin diberi nafas, Merin melihat dunia, Merin bertemu dengan kedua malaikat pelindung Merin. Kedua malaikat itu begitu sukacita melihat makhluk mungil yang terlahir secara normal dari rahim sang mama. Saat itu resmi sudah Merin menjadi anak perempuan mereka yang kedua.

19 tahun yang lalu, di kota Samarinda, disebuah rumah bersalin, Merin menangis. Tangisan tanda takjub. Dikota itu ada sebuah sejarah. Sejarah pengorbanan ibuku dengan pertaruhan jiwa dan raganya. Ia menahan sakit, menahan lelah, ia membawaku kemana-mana tanpa mengeluh, ia mendoakanku setiap saat sambil mengelusi dinding yang membatasi kami. Dinding rahim. 19 tahun yang lalu ayah bicara denganku lewat dinding itu. Menanti kehadiranku. Menanyakan kabarku, aku hanya balas pertanyaan itu dengan gerakan lembut. Dan akhirnya dnegan ridho dan kekuasaan Allah, 14 Desember 1991 pukul 21.08 lahirlah seorang bayi perempuan, dengan nama Merinda Solikhah. Aku.

Ya, Merinda Solikhah. Nama dengan sebuah filosofi kota Kelahiran dan harapan. Simpulan dari namaku: anak perempuan yang lahir di kota Samarinda dan semoga kelak menjadi anak yang solehah (amin). Mah, Pak... maafin Merin kalau merin sering nyusahin kalian. Tapi kalian selalu dan tetap berjuang untuk menghidupi Merin, bekerja sama untuk menghidupi keluarga. Dengan keringat dan darah kalian. Sebuah penghormatan dan terimakasih rasanya sangat jauh dari cukup untuk membalas 19 tahun yang pernah kalian berikan untukku. Maafkan anakmu ini bila belum sempat menjadi Merinda yang Solikhah. Doakan Merin selalu agar Merin bisa membawa nama ‘solikhah’ ini menjadi sebuah perwujudan dalam hidup anak perempuanmu ini. Kasih sayang dan semangat kalian selalu menjadi penawar bagi keluh dan kesahku. Ya Allah, jagalah mereka dimanapun mereka berada. Limpahkanlah selalu kesehatan lahir dan batin bagi keduanya. Jadikanlah keduanya calon penghuni surga-surga Mu. Muliakanlah keduanya dunia dan akhirat. Dan jadikanlah keluarga ini keluarga di dunia dan akhirat kelak. Amin.

Sabtu, 11 Desember 2010

Pikiran, Hati dan Perilaku

Pikiran yang tidak bersih,
menjauhkan ide dan inspirasi baik.

Hati yang gemar keburukan,
menjauhkan kedamaian dan ilham.

Perilaku yang tidak lurus,
menjauhkan penilaian baik.

Sehingga,

Pikiran, hati, dan perilaku
yang tidak baik
adalah pelemah kehidupan
dan pembatal kebahagiaan.

Dan yang ini dijamin oleh Tuhan:

Pikiran, hati, dan perilaku yang baik
adalah pemantas bagi dikabulkannya semua doa.

Mario Teguh

Sabtu, 20 November 2010

Heartless

Pintar itu (sangat) perlu, cerdas itu sangat dianjurkan. Tapi apa kabarnya ketika si orang pintar dan cerdas dengan nilai plus militan (katanya) tidak bisa memanfaatkan ‘kepintarnnya’ itu untuk membantu orang lain? Tapi dengan ‘kepintaran’, ‘kecerdasan’ dan ‘kemilitan’ nya itu dia malah sombong, angkuh, tidak bisa menjaga lisannya hingga menyakiti orang-orang disekitarnya? Buat saya semuanya itu nol besar, non-sense banget! Merasa dirinya paling terpandang, dikritik orang lain malah menjatuhkan rivalnya, apa itu yang namanya militan? Kalau kata tweetnya fitrop sih mending jadi bego sekalian tapi hatinya baik, dari pada jenius tapi heartless.

Senin, 02 Agustus 2010

Kata Pak Mario Teguh

orang muda harus jatuh cinta sejatuh-jatuhnya. Patah hati sepatah-patahnya, tertawa, marah, sedih,dan malas segila-gilanya .

Tetapi...

Dia harus segera bangkit, mendewasa, berdiri gagah dengan bekas-bekas luka yg indah di wajah dan dada (hati).

Dan dengan anggun dan berwibawa dia berkata:

Dengan kewenangan yg diberikan oleh Tuhan kepadaku, dengarlah...
AKULAH PENENTU KEBESARAN HIDUPKU SENDIRI

Minggu, 04 April 2010

Sang Tamu Terakhir

Ketika datang detik-detik pamungkas kesempatan kita untuk menapaki kehidupan di dunia
Ketika itu pulalah jiwa dan raga ini mulai merenggang
Tak ayal setiap titik hembusan begitu berarti untuk disyukuri
Begitu nikmat untuk dirasa
Saat jiwa-jiwa ini masih melekat dengan jasad
Saat itu pulalah kehausan, keinginan akan terus mengalir
Menderu bagai ombak
Menyepoi bak angin
Menyejukan bagai embun di pagi hari
Semua memiliki warna
Semua memiliki rasa
Semua memiliki makna
Pernak-pernik dunia begitu lembut menghipnotis bola-bola mata
Tertutup tirai-tirai kemewahan semata
Asesoris-asesoris fana akan terus menyapa
Jangan khawatir !!!
Ada cahaya yang akan menuntun jalan kita
Ada peta yang akan menunjukan arah hidup kita
Hingga tercapai hakikat yang semurninya

Pada detik pamungkas itu...
Tak ada lagi kilasan asesoris dunia
Tak ada lagi bayangan kesibukan di dunia
Ia pun akan datang
Ia pun akan tetap merealisasikan tujuan tunggalnya
Ia datang membawa misi yang sangat luar biasa
Ia tak bisa ditawar-tawar lagi
Bahkan di lobi, disuguhkan aneka berlian, harta, dan semua yang dianggap berharga di mata dunia
Meski diri ini mempunyai seribu “body guard”
Meski diri ini bersembunyi di balik kokohnya sebuah bangunan
Meski diri ini memegang sebuah kekuasaan di dunia
Meski diri ini berlimpah harta
Meski diri ini dianggap kuat saat di dunia
Meski diri ini berlari sekuat tenaga
Itu semua tak meghalangi SANG TAMU TERAKHIR untuk tetap melancarkan tugas pokoknya
Ia akan mengejar
Ia akan tetap konsisten
Ia tak memandang miskin atau kaya
Ia tak memandang di bukit atau di pantai, di desa atau di kota
Semua PASTI akan menemuinya
‘SANG TAMU TERAKHIR’
Saat nafas mulai menyempit di tenggorokan
Saat itulah investasi jiwa berakhir
Sang tamu terakhir tak lain SANG MALAIKAT PENCABUT NYAWA pengeksekusi kehidupan kita atas perintah-NYA

Lahaula wa lakuwwata illa billah...
Semoga di penghujung hayat kita di dunia cahaya khusnul khotimah akan mengantarkan kita menuju sisi yang mulia.Amin...

Untuk Allah, mohon ampun...

Hingar-bingar membuncah ditempat ini, sorak-sorai orang-orang terdengar begitu memekakan telinga. Aku berada ditengah orang-orang yang bersuka cita. Tak ada yang terlihat bersedih, wajah mereka semua berninar-binar. Mereka melupakan sejenak masalah yang ada. Berbeda denganku. Masalah ini kubawa keman-mana. Entah, aku tak bisa meninggalkannya.padahal ingin sekali ku kunci rapat-rapat didalam brangkas masalalu ku, tapi ternyata hal itu membuatnya bringas dan enggan kurantai dalam masa lalu yang memaksaku membawanya kemana-mana sudah seperti bayanganku saja. Aku ingin bersenang-senang barang sekejap saja. Aku kini telah berada ditempat dimana orang-orang bersenang-senang, tapi mengapa hanya ragaku saja yang hadir ditempat ini, jiwaku entah ada dimana. Aku kalut Tuhan, aku seprti hilang arah. Aku tersesat, terlalu jauh aku tersesat dan hilang arah.

Ku putuskan untuk mengikuti beberapa kajian rohani untuk membasuh kalbuku yang kian kering kerontang, berharap agar imanku kuat dan kembali seprti sedia kala yang selalu terenyuh saat dibacakan ayat suci. Awalnya aku memang terenyuh dan perlahan-lahan kalbuku mulai lembab kembali dengan sentuhan iman-Mu, tapi bayangan itu selalu terbesit lagi Tuhaan, bayangan itu selalu menghantuiku. Hamba tahu hamba begitu salah telah menyakitimu begitu dalam, inikah ganjaran yang harus hamba terima Tuhan?

Ampuni hamba-Mu yang hina ini Ya Allah, hamba khilaf, hamba telah begitu banyak berdosa padamu, dosaku sudah bagaikan debu-debu beterbangan yang sudah tak dapat dihtung lagi, tapi hamba memohon pada-Mu ya Allah, hamba memohon bukakanlah pintu ampunan dan pintu rahmat-Mu yang melangitluas itu ya Rabb. Jangan biarkan hamba berpaling dan menjauh darimu untuk yang kesekian kalinya. Hamba sangat takut akan azab dunia dan azab akhirat-Muya Rabb, hamaba meohon ampun.

Ya Rabb, jangan golongkan hamba menjadi golongan yang engaku hinakan dihari akhir, jangan biarkan hamba semakin menjauh dari-Mu, hamba rindu belian kasih sayang-Mu ya Kabir. Hamba rindu pada-Mu.

Malaikat ft. Power Ranger

Mungkin selama ini kita terlalu sering disibukan dengan pikiran-pikiran yang sebenarnya bukan membangkitkan semangat kita, malah bikin bobrok semangat. Emang ga bisa dipungkirin awalnya emang bikin semangat, semangat 45 malah, udah target hidup pokonya mah. Tapi ketika semua itu berbalas yang ga sesuai dengan keinginan kita dan kenyataannnya 181 derajat berbeda dengan apa yang diharapkan, bisa bikin mental kita jadi mental tempe. Hey. Jangan biarkan hal itu terjadi pemirsa!!

Ini saatnya kita bangkit. Pikiran yang sebenarnya terlalu banyak menyita waktu kita itu harus kita hilangin. Ubah mindset kita, saya pernah baca disebuah blog, gini tulisannya “pikiran berpengaruh pada perasaan” so, pemirsa sekalian, kalo pikiran kita jelek , berarti perasaan kita juga bakalan jelek dan berakhir BADMOOD. Kalo mindset kita lagi bagus trus terbesit sesuatu perasaan yang bisa dibilang “kasuat-suat” segeralah anda alihkan pikiran anda ke kotak orang tua (nurutan operator cenah pemirsa). Sok aja bayangin, hampir setiap hari pikiran kalian tentang diiiiiiaaaaaaaaaaaaa terus, tiap jam tiap menitlah pokoknya mah yang berujung pada ketidak konsenan pada pelajaran, kerjaan, tugas-tugas serta konsentrasi menjadi buyar.

Niatkan dalam hati SAYA MAU FOKUS jangan lupa juga bilang BISMILLAHIROHMANIROHIM, ALLAHU AKBAR! Supaya kita selalu berada pada lindungan Allah SWT. Udah gitu kita inget orangtua. Kita inget-inget lagi perjuangan lahir batin mereka berdua, dukungan dan pengorbanan moril serta materil, darah dan keringat yang mereka korbankan untuk menghidupi dan memenuhi kebutuhan-kebutuhan kita.

Sekarang saya tanya, berapa kali anda mikirin perjuangan orang tua kita dalam sehari? Seberapa sering kalian bilang terima kasih, maaf dan bilang sayang sama mereka berdua? Sok ngaku! Da saya juga sebenernya jarang. Tapi teteh mentor saya mengingatkan saya pada hal itu, yakin deh air mata terharu kita bakal ngucur setelah inget itu semua.

Mama: sering kita nyuruh seenaknya, sering kita ngerepotin minta dibikinin ini itu, minta disediain ini itu. Sok percaya, mama kita mah sama kita dipinta nyawanya juga pasti dikasih, apalagi kalo inget repotnya waktu beliau mengandung kita. Kita dibawa kemana-mana dengan susah payah, mau atau gak mau. Tapi apa? Mama ga pernah ngeluh untuk itu. Malah mama kita berharap ingin segera liat malaikat kecilnya yang akan segera lahir kedunia. Mama akan selalu siap sedia ngejaga kita, ngelindungin kita, rela kurang tidur, rela sakit, rela ujan-ujanan buat beli susu atau makanan supaya kita ga laper. INGET GA? (dan masih banyak lain-lainnya)

Bapak: sebenernya sosok ini sering diabaikan padahal, SUBHANALLOH ayah itu pahlawan kita. Demi kita, beliau rela sakit seluruh badan demi nafkahin keluarga. Meskipun keliatannya bapak keliatan cuek, bapak ga pernah berhenti berdoa demi anaknya agar selalu bahagia dan sukses. Setiap harinya bapak selalu berpikir gimana caranya dapet penghasilan lebih supaya sang anak tambah bahagia dan ga ngerasa kekurangan sedikit apapun. Kalo bapak ngelarang ini itu, wajar. Kenapa? Karena beliau ga mau putri kecilnya dirusak atau disakiti oknum-oknum tidak bertanggung janab. Terus bayangin ketika kelak kalian menikah, bapak akan menjadi wali nikah kalian. Kalian tau apa yang beliau akan rasakan? Beliau akan berkata dalam hatinya “anakku yang dahulu ku gendong, ku ajak main bersama, kuajarib erjalan, ku ajak bercanda, kini akan hidup sendiri, akan ada sosok yang menggantikan aku. Ya Allah, tolong jaga malaikat kecilku ini”

Pokoknya jadiin orang tua prioritas utama kita, lakukan yang terbaik untuk mereka. Sayangi, lindungi dan bahagiakan mereka selagi masih bersama-sama dengan kita.

Jangan sampai menyesal nanti-nanti...

Sabtu, 03 April 2010

Andai Al-Qur'an bisa bicara..

Waktu engkau masih kanak-kanak, kau laksana kawan sejatiku
Dengan wudu' aku kau sentuh dalam keadaan suci
Aku kau pegang, kau junjung dan kau pelajari
Aku engkau baca dengan suara lirih ataupun keras setiap hari
Setelah usai engkaupun selalu menciumku mesra

Sekarang engkau telah dewasa...
Nampaknya kau sudah tak berminat lagi padaku...
Apakah aku bacaan usang yang tinggal sejarah...
Menurutmu barangkali aku bacaan yang tidak menambah pengetahuanmu
Atau menurutmu aku hanya untuk anak kecil yang belajar mengaji saja?

Sekarang aku engkau simpan rapi sekali hingga kadang engkau lupa dimana menyimpannya
Aku sudah engkau anggap hanya sebagai perhiasan rumahmu
Kadangkala aku dijadikan mas kawin agar engkau dianggap bertaqwa
Atau aku kau buat penangkal untuk menakuti hantu dan syetan
Kini aku lebih banyak tersingkir, dibiarkan dalam kesendirian dalam kesepian
Di atas lemari, di dalam laci, aku engkau pendamkan.

Dulu...pagi-pagi...surah-surah yang ada padaku engkau baca beberapa halaman
Sore harinya aku kau baca beramai-ramai bersama temanmu di surau.....

Sekarang... pagi-pagi sambil minum kopi...engkau baca Koran pagi atau nonton berita TV
Waktu senggang..engkau sempatkan membaca buku karangan manusia
Sedangkan aku yang berisi ayat-ayat yang datang dari Allah Yang Maha Perkasa.
Engkau campakkan, engkau abaikan dan engkau lupakan...

Waktu berangkat kerjapun kadang engkau lupa baca pembuka surahku (Basmalah)
Diperjalanan engkau lebih asyik menikmati musik duniawi
Tidak ada kaset yang berisi ayat Alloh yang terdapat padaku di laci mobilmu
Sepanjang perjalanan radiomu selalu tertuju ke stasiun radio favoritmu
Aku tahu kalau itu bukan Stasiun Radio yang senantiasa melantunkan ayatku

Di meja kerjamu tidak ada aku untuk kau baca sebelum kau mulai kerja
Di Komputermu pun kau putar musik favoritmu
Jarang sekali engkau putar ayat-ayatku melantun
E-mail temanmu yang ada ayat-ayatkupun kadang kau abaikan
Engkau terlalu sibuk dengan urusan duniamu

Benarlah dugaanku bahwa engkau kini sudah benar-benar melupakanku
Bila malam tiba engkau tahan nongkrong berjam-jam di depan TV
Menonton pertandingan Liga Italia , musik atau Film dan Sinetron laga
Di depan komputer berjam-jam engkau betah duduk
Hanya sekedar membaca berita murahan dan gambar sampah

Waktupun cepat berlalu...aku menjadi semakin kusam dalam lemari
Mengumpul debu dilapisi abu dan mungkin dimakan kutu
Seingatku hanya awal Ramadhan engkau membacaku kembali
Itupun hanya beberapa lembar dariku
Dengan suara dan lafadz yang tidak semerdu dulu
Engkaupun kini terbata-bata dan kurang lancar lagi setiap membacaku.

Apakah Koran, TV, radio , komputer, dapat memberimu pertolongan ? Bila
engkau di kubur sendirian menunggu sampai kiamat tiba Engkau akan
diperiksa oleh para malaikat suruhanNya
Hanya dengan ayat-ayat Allah yang ada padaku engkau dapat selamat melaluinya.

Sekarang engkau begitu enteng membuang waktumu...
Setiap saat berlalu...kuranglah jatah umurmu...
Dan akhirnya kubur sentiasa menunggu kedatanganmu..
Engkau bisa kembali kepada Tuhanmu sewaktu-waktu
Apabila malaikat maut mengetuk pintu rumahmu.

Bila aku engkau baca selalu dan engkau hayati...
Di kuburmu nanti....
Aku akan datang sebagai pemuda gagah nan tampan
Yang akan membantu engkau membela diri
Bukan koran yang engkau baca yang akan membantumu Dari perjalanan di alam akhirat
Tapi Akulah "Qur'an" kitab sucimu
Yang senantiasa setia menemani dan melindungimu

Peganglah aku lagi . .. bacalah kembali aku setiap hari
Karena ayat-ayat yang ada padaku adalah ayat suci
Yang berasal dari Alloh, Tuhan Yang Maha Mengetahui
Yang disampaikan oleh Jibril kepada Muhammad Rasulullah.

Keluarkanlah segera aku dari lemari atau lacimu...
Jangan lupa bawa kaset yang ada ayatku dalam laci mobilmu
Letakkan aku selalu di depan meja kerjamu
Agar engkau senantiasa mengingat Tuhanmu

Sentuhilah aku kembali...
Baca dan pelajari lagi aku....
Setiap datangnya pagi dan sore hari
Seperti dulu....dulu sekali...
Waktu engkau masih kecil , lugu dan polos...
Di surau kecil kampungmu yang damai
Jangan aku engkau biarkan sendiri....
Dalam bisu dan sepi....
Mahabenar Allah, yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.